Penyebaran dan Pengajaran Agama Hindu

Penyebaran dan Pengajaran Agama Hindu

Bangsa Arya adalah bangsa pendatang yang mendiami wilayah India, yaitu Punjab dan Doab. Menurut sejarah, bangsa Arya adalah penerima wahyu Weda. Wahyu-wahyu Weda diturunkan secara bertahap dalam jangka waktu yang berbeda satu sama lainnya. Maha Resi adalah sebutan untuk orang yang menerima wahyu Weda. Wahyu Weda disebut dengan Sruti karena wahyu diturunkan melalui pendengaran. Melalui wahyu-wahyu Weda tersebut maka tersebarlah ajaran Weda ke seluruh dunia.

Perjalanan Agama Hindu di Dunia

Perjalanan Agama Hindu di Dunia

Kata Hindu berasal dari bahasa Persia yaitu Sindhu, yang merupakan wilayah tujuh sungai di barat daya India. Wilayah sungai Sindhu adalah tempat tinggal bangsa Arya pada masa itu. Hindu sendiri mulai terbentuk setelah kitab Weda berhasil digenapi oleh para Brahmana. Dalam sejarah bangsa India, agama Hindu banyak memberi pengaruh pada perkembangan sejarah bangsa tersebut.

Pada tahun 6000 SM para ahli mencatat bahwa agama Hindu telah berkembang, penelitian dilakukan berdasarkan usia dari kumpulan kitab-kitab Weda. Karena merupakan agama tertua Hindu terus berkembang memberi banyak pengaruh perjalanan sejarah negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Karena memuja dewa, Hindu dinggap sebagai agama politeisme. Sesungguhnya Hindu menyebut bahwa dewa bukanlah Tuhan, menurut mereka Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Adwaita Wedanta Menjelaskan bahwa terdapat kekuatan berasal dari sumber segala yang ada. Hindu meyakini bahwa Tuhan atau Brahman bermanifestasi menjadi manusia. Ajaran Hindu meyakini 5 hal, yaitu:

  • Widhi Tatwwa, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Atma Tattwa, percaya dengan adanya jiwa pada setiap makhluk
  • Karmaphala Tatwwa, percaya adanya hokum setiap perbuatan.
  • Punarbhava Tatwwa, percaya akan proses renkarnasi.
  • Moksa Tatwwa, tujuan akhir tertingggi merupakan tujuan akhir manusia.

Dalam Hindu diajarkan nilai spritual keagamaan yang menuntun umatnya berjalan menuju jalan Dharma. Brahma dan Siwa adalah perwujudan pencipta dan peleburan dari alam semesta ini. Ditemukan sebuah inskripsi yang dibuat pada tahun 1200 SM pada penggalian peninggalan Ramses II di Mesir. Inskripsi tersebut berisikan perjanjian Ramses II dengan Hittites. Perjanjian menjelaskan manifestasi Hyang Widhi Wasa.

Sejarah Perkembangan Agama Hindu

Sejarah Perkembangan Agama Hindu

Weda merupakan kitab suci yang digunakan oleh umat Hindu. Di dalam kitab Weda berisi sejumlah besar sastra kuno. Umat Hindu meyakini bahwa isi dari wahyu Weda adalah wahyu Brahman, Brahman adalah Tuhan dalam agama Hindu. Weda dipercaya sebagai bentuk sastra tertua hingga saat ini.

Weda bukanlah karangan dari manusia dan sifatnya abadi, aparusheya. Para Resi mengajarkan pemahaman dalam kitab Weda secara lisan kepada seluruh umat Hindu. Kitab Weda yang saat ini ada, terbagi menjadi empat bagian disusun pada masa Kaliyuga atas jasa seorang Maharesi Byasa. Keempat bagian kitab Weda tersebut adalah: Regweda, Yajurweda, Samaweda, Atharwaweda.

Agama hindu terbentuk sebagai perkembangan ajaran dari agama Weda atau biasa disebut dengan Brahmanisme. Agama Weda merupakan agama kepercayaan bangsa Arya. Agama Hindu tercatat sebagai agama terbesar ketiga di dunia ini. Tahun 3102 SM adalah waktu yang diyakini awal mula adanya agama Hindu. Pemeluk agama Hindu terbesar adalah di India, 90% penduduk India berkepercayaan Hindu. Bahkan pada abad ke 15 Hindu berkembang pesat di Asia Tenggara.

Kitab-Kitab Hindu Selain Catur Weda

Kitab-Kitab Hindu Selain Catur Weda

Setelah ke empat kita selesai dikumpulkan kedalam satu kitab Weda. Terdapat juga kitab lain yang menjadi intisari kitab Weda. Bhagavad Gita disebut sebagai Weda yang ke lima. Lantran kitab ini merupakan bagian dari kitab Bhismaparwa. Bhismaparwa adalah kitab ke enam seri Astadasaparwa yang berisikan percakapan tokoh Mahabharata Kresna dan Arjuna sebelum perang Bharatayuddha. Melalui kitab ini umat Hindu dapat mempelajari ajaran tentang ketuhanan serta tanggung jawab sebagai seseorang yang bisa membedakan baik dan salah. Kitab Bhagavad Gita memiliki 18 bab denga 650 sloka. Disetiap babnya dijabarkan pokok ajaran Weda dan wejangan suci Kresna kepada Arjuna.

Purana juga merupakan satu dari sebagian kesusastraan agama Hindu yang mengajarkan tentang mitologi, legenda dan cerita rakyat zaman dahulu. Purana berarti cerita kuno, penulisannya di mulai pada 500 tahun SM. Pada kitab Purana terdapat Mahapurana yang berisikan 18 kitab, yakni Matsyapurana, Wisnupurana, Bhagawatapurana, Warahapurana, Wamanapurana, Markandeyapurana, Wayupurana, Agnipurana, Naradapurana, Garudapurana, Linggapurana, Padmapurana, Skandapurana, Bhawisyapurana, Brahmapurana, Brahmandapurana, Brahmawaiwartapurana, Kurmapurana.

Kitab Tantra wajib dibaca umat Hindu. Karena kitab berisi cara pemujaan di setiap sekte agama Hindu. Selain itu penjelasan tentang membangun pura dan posisi meletakkan arca juga di ajarkan melalui kitab Tantra. Para pemimpin juga bisa mempelajari cara menjadi pemimpin yang baik melalui kitab Niti Sastra.

Jika diperhatikan kitab-kitab pada agama Hindu ditulis dengan sangat terperinci dan detail. Semua aspek pengetahuan dicatat dalam berbagai kitab-kitab ajaran Hindu. Kitab Jotisha mencatat tentang pengetahuan astronomi kuno Hindu. Kitab memberikan pedoman tentang sistem orbit benda langit, serta mengajarkan memprediksi pergantian musim.

Perkembangan Hindu Di Indonesia

Perkembangan Hindu Di Indonesia

Hindu di perkirakan masuk Ke Indonesia pada masa awal Masehi. Masuknya agama Hindu karena dibawa oleh para pedagang dari India. Di tanah Jawa, nama Maha Resi Agastya disebut dengan nama Batara Guru, nama lain beliau adalah Dwipayana. Selain itu banyaknya peninggalan sejarah agama Hindu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah

  • Peninggalan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.
  • Peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.
  • Peninggalan Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah.
  • Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
  • Peninggalan Kerajaan Renggong di Baku.
  • Candi-candi seperti Prambanan, Penataran, dan masih banyak lagi
  • Nilai-nilai yang diambil dari kesusasteraan Hindu, kalimat Bhinneka Tunggal Ika adalah penggalan dari sloka pada sastra Hindu. Bhinneka tunggal ikan tan hana dharma mangrwa

Di Indonesia agama Hindu banyak memberi pengaruh terhadap kebudayaan serta tradisi kuno bangsa. Seni sastra dari kerajaan kuno berasimilasi dengan agama lain seperti Budha menjadi bentuk toleransi mula-mula terhadap agama. Jadi sudah sejak dahulu masyarakat kita belajar tentang kerukunan umat beragama. Nilai-nilai toleransi dan kerukunan sampai kapanpun menjadi bagian vital bangsa Indonesia yang plural.

Nama Empu Markandeya adalah tokoh dibalik menyebarnya agama Hindu di pulau Bali. Empu Markandeya bersama lebih dari 400 orang pengikutnya melakukan perjalanan ke Bali. Tujuannya pada masa itu adalah untuk menyebarkan agama Hindu di Bali. Sejarah mencatat ekspedisnya di lakukan pada abad ke 8. Awalnya penyebaran tentang Hindu di bali tidaklah mulus, bahkan pada percobaan pertama Empu Markandeya gagal.

Akhirnya dengan persiapan yang jauh lebih diperhitungkan. Upaya ke dua dilakukan, perjalanan menyebarkan agama Hindu dilaksanakan dengan 2000 lebih pengikut Empu Markandeya. Barulah upaya ke dua terbilang berhasil. Beliau membangun pura pertama bernama Pura Murwa di hutan yang terletak di desa Taro, Payangan Gianyar. Karena membangun pura dan memperluas wilayah, hingga bisa ditemukannya mata air Sindhaya di wilayah Besakih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *