Pengertian Pancasila dan Lambangnya

Pengertian Pancasila dan Lambangnya

Alasan sebuah negara harus memiliki landasan – Keberadaan dasar negara adalah hal vital yang harus dimiliki negara merdeka. Setiap negara yang merdeka atau memiliki pemerintahannya sendiri, membutuhkan landasan yang memenuhi syarat sebagai pegangan. Dasar negara adalah acuan yang kedepannya mempermudah pekerjaan pemerintahan. Itulah mengapa setiap negara memiliki perbedaan terhadap visi dan misi serta pondasi bangsa.

Pancasila Hasil Pemikiran Tokoh Elit Bangsa

Pengertian Pancasila dan Lambangnya

Pancasila merupakan buah pemikiran dari para pendiri bangsa. Pemikiran akan sila-sila yang terkandung di dalamnya, sangat menjawab situasi bangsa Indonesia. Artinya pancasila dirancang sesuai dengan kebutuhan, serta tujuan dan rencana berdirinya bangsa Indonesia. Hingga saat ini nilai-nilai dalam pancasila masih sangat relevan untuk diterapkan pada setiap aspek kebijakan pemerintahan Indonesia.

Lahirnya Pancasila

Awalnya pemerintahan Jepang menjanjikan akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia. Sehingga pada tanggal 7 September 1944, melalui Perdana Menteri Jepang, yang bernama Kuniaki Koiso. Jepang membentuk BPUPKI yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI mencatat dan menelaah ilmu tata pemerintahan yang dirasa sesuai bagi Indonesia. Mayoritas anggota BPUPKI adalah 68 kaum intelektual Indonesia ditambah 8 orang pengamat dari Jepang.

Perumusan falsafah dasar negara untuk tahap pertama dirampungkan pada 1 juni 1945. Setelah sebelumnya sejak tanggal 29 Mei 1945 para anggota BPUPKI berkutat merampungkan rancangan dasar negara. Hingga Ir. Soekarno berhasil mengajukan rancangan pancasila pada persidangan tersebut. Selain nama besar Ir. Soekarno, terdapat beberapa tokoh besar bangsa yang ikut memberikan pemikirannya. Dasar negara terbentuk atas buah pemikiran intelektual Soekarno, Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo.

Tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno dalam pidatonya menyampaikan rancangan awal pancasila. Soekarno menyampaikan pidato tanpa teks dihadapan sidang BPUPKI. Momen ini yang menandakan lahirnya pancasila. Itulah mengapa, semenjak tanggal 1 Juni 2017, diperingati sebagai Hari Pancasila. Pancasila merupakan titik awal bagi para pendiri bangsa memulai langkah membangun Indonesia.

Proses Disetujuinya Pancasila

Pada tanggal 29 Mei 1945- 1 Juni 1945, BPUPKI menggelar persidangan pertama yang membahas tentang falsafah rancangan dasar negara. Pada awal pertemuan Muhamad Yamin mengutarkan 5 asas negara versi beliau pada sidang BPUPKI. Ke lima asas tersebut adalah :Asas kebangsaan, asas kemanusiaan, asas ketuhanan, asas kerakyatan, asas kesejahteraan rakyat.

Namun karena masih terlalu dini, pendapat tersebut banyak diragukan oleh para anggota, termasuk Panitia lima yang berisikan Mohamad Hatta dan empat orang lainnya. Barulah pada hari ke 4 sidang, Ir Soekarno datang mengusulkan 5 asas baru yang saat ini kita semua kenal dengan sebutan Pancasila. Berikut ke 5 asas yang diutarakan Ir. Soekarno dalam sidang masa itu.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan perwakilan dan permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Penjelasan Setiap Bulir Pancasila

Penjelasan Setiap Bulir Pancasila

Dari ke 5 sila tersebut, setiap sila memiliki penjabaran dan butir-butir yang harus dimengerti. Faktanya menerapkan pancasila sebagai dasar negara, bukan seperti membalikkan telapak tangan. Sebaiknya kita sebagai masyarakat Indonesia, mempelajari isi dari ke-5 sila. Agar lebih memahami visi dan misi Negara Indonesia. Hal terpenting berhasilnya sebuah negara adalah persatuan dan kesatuan antara rakyat dengan pemerintah, rakyat dengan rakyat, serta pemerintah dengan pemerintah.

  • Sila pertama,

Menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang mengakui adanya Tuhan. Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi terbesar yang memiliki keyakinan religius serta melaksanakannya.

Sila pertama memberi kebebasan pada seluruh warna negara Indonesia untuk memilih keyakinannya sendiri. Tidak ada satupun orang berhak mencampuri keputusan beragama orang lain. Karenanya, nilai toleransi di Indonesia harus terus diterapkan. Sebab, bangsa Indonesia memiliki keberagaman yang besar. Walaupun satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan prespektif, pengendalian diri wajib diterapkan. Agar tidak menciptakan konflik antar golongan.

  • Sila kedua,

Kemanusiaan yang adil dan beradab, diterapkan pada aspek interaksi antar manusia. Dimana masyarakat menyadari relasi antara norma dan nilai yang berlaku. Sehingga lebih berhati-hati dalam berprilaku dan mengambil keputusan .Semua warga negara Indonesia memiliki derajat dan martabat yang sama.

  • Sila ketiga

Butir persatuan Indonesia menjadi dasar ideologis yang melingkupi seluruh aspek baik pemerintahan maupun masyarakat. Satu sama lain harus menghargai perbedaan dan tidak memicu konflik. Tradisi, budaya, teknologi, nilai, norma, pengetahuan, dan agama, semua berkolaborasi dengan selaras dan harmonisasi.

  • Sila keempat

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Menjelaskan bahwa dalam pengambilan keputusan dari masyarakat majemuk Indonesia tidak ada keputusan sepihak. Melalui perwakilan setiap daerah dan golongan secara adil musyawarah dilaksanakan untuk mengambil kebijakan pemerintahan.

  • Sila kelima

Keadilan sosial berhak diberikan kepada seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali. Baik dari aspek pendidikan, hukum, lapangan pekerjaan, budaya dan masih banyak lagi. Tidak ada perbedaan antara golongan yang lebih mayoritas dan minoritas.

Arti Lambang Pancasila

Arti Lambang Pancasila

Burung Garuda melambangkan kekuatan negara Indonesia yang gagah. Sementara warna emas pada burung Garuda menjelaskan betapa makmurnya Indonesia. Perisai yang ditempatkan di tengah berarti pertahanan bangsa.

Bintang adalah lambang Ketuhanan sila pertama. Rantai menjadi simbol dari sila ke dua. Pohon beringin yang kokoh dan besar melambangkan persatuan bangsa yang memiliki masyarakat yang besar dan maajemuk. Kepala banteng adalah lambang sila keempat dimana pemimpin haruslah berhikmat dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Padi dan kapas menjadi lambang keadilan sosial di sila ke lima.

Pada bagian bendera Indonesia, warna merah berati berani yang dipadu dengan warna putih yang berarti suci. Karena Indonesia berada di bawah garis katulistiwa, sehingga garis hitam melintang diibaratkan letak Indonesia.

Jumlah bulu pada burung Garuda pun sangat diperhitungkan. Pada sayap terdapat 17 bulu kanan-kiri. Ekor memiliki jumlah 8 bulu, sementara pada pangkal ekor ada 19. Pada leher Garuda total berjumlah 45. Pita dibawah kaki Garuda berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga atau Bhineka Tunggal Ika.

Jika keseluruhan bulir yang ada pada pancasila dapat terlaksana dengan sempurna. Niscaya negara Indonesia akan lebih maju dan stabil. Mewujudkan hal tersebut tidak bisa dilakukan dari satu pihak seperti pemerintahan. Butuh kerja sama antara pemerintahan dengan segenap masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *