Pengertian dan Cara Penulisan Gelar Doktor

Pengertian dan Cara Penulisan Gelar Doktor

Doktor merupakan gelar tertinggi dalam tingkat sarjana yang diberikan oleh universitas atau institut kepada seorang sarjana yang berhasil menyelesaikan program doktoralnya. Untuk bisa memperoleh gelar doktor, sarjana wajib menuliskan materi disertasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Ada juga gelar doktor kehormatan atau honoris causal, gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas penelitian atau penemuan yang memberikan konstribusi pada perkembangan hidup masyarakat luas.

Kesalahan Menulis Gelar Berakibat Fatal

Walaupun gelar doktoral terdengar familiar di tengah masyarakat. Tetapi masih sering terjadi salah presepsi dan keliru dalam menulis gelar doktor itu sendiri. Ketepatan dalam penulisan gelar seseorang itu penting untuk dipahami. Karena gelar menunjukkan tingkat pendidikan serta profesi seseorang.

Salah dalam mencantumkan gelar pada nama seseorang bisa mendatangkan permasalahan. Pasalnya jika penulisan tersebut bisa dilihat diruang publik, maka bisa dijadikan bahan lelucon khlayak umum. Pengetahuan intelektual orang tersebut akan dipertanyakan. Sinisme seperti itu, bisa saja terjadi lantaran salah dalam menuliskan gelar pendidikan seseorang.

Perbedaan Doktor dan Profesor

Perbedaan Doktor dan Profesor

Gelar profesor diberikan kepada mereka yang merupakan ahli atau seorang guru senior. Untuk mendapatkan gelar profesor seseorang harus menempuh pendidikan strata 3 terlebih dahulu. Profesor bisa memberikan pengetahuannya menjadi sumbangan ilmu terhadap khalayak banyak. Melalui banyak cara, seperti mengajar, seminar, menulis buku, penelitian.  Seseorang dengan gelar doktor, belum bisa disebut profesor.

Sementara untuk gelar profesor yang diperoleh dari universitas di luar negri harus melewati seangkaian proses. Proses tersebut untuk menyetarakan gelar dengan gelar pendidikan di Indonesia. Bila dinyatakan setara dengan pendidikan di Indonesia, maka gelar tersebut berhak dipakai.

Diawal artikel sudah dijelaskan apa itu doktor. Seseorang dapat dinyatakan menyelesaikan program doktornya ketika berhasil merampungkan penelitiannya. Penelitian yang dibuat harus memberikan sumbangsih pada perkembangan teknologi maupun ilmu pengetahuan. Penelitian tersebut haruslah original dari pemikirannya. Ada juga penelitian yang menyempurnakan penelitian sebelumnya.

Pada proses doktoral, seseorang diharuskan belajar secara mandiri dan berinisiatif dalam mengembangkan penelitiannya. Bisa diartikan menjalani program doktoral, mengharuskan seseorang keluar dari zona nyaman. Mencari tahu dan mengeksplor sesuatu yang masih abu-abu, dalam artian belum dipahami kejelasannya.

Bagi sebagian proses tersebut sangat menarik dan menantang. Tidak heran para kaum intelektual dunia, berlomba-lomba merampungkan program yang satu ini. Dengan mengantongi gelar doktor, seseorang mendapatkan prioritas dalam mengutarakan pendapat. Lantaran pendidikan doktoral adalah level tertinggi pada strata pendidikan.

Cara Menulis Gelar Doktoral Yang Benar

Cara Menulis Gelar Doktoral Yang Benar

Gelar doktor tidak ditulis dengan huruf kapital seluruhnya. DR adalah contoh penulisan gelar doktor yang salah. Masih banyak orang menulis demikian sebagai ganti gelar doktor. Tidak sedikit juga yang menulis dr sebagai ganti penulisan gelar doktor. Doktor dan dokter adalah dua sub pendidikan yang berbeda, anda tidak bisa menulis dr pada seseorang yang bukan dokter.

Contoh penulisan gelar

  • dr. Ana Mariana : Dokter Ana Mariana, profesinya adalah dokter, pekerja  kesehatan.
  • DR. Ana Mariana: Tidak ada penulisan gelar seperti ini. Contoh penulisan yang salah.
  • Dr.Ir. Ana Mariana: Berarti Ana Mariana adalah seorang doktor sekaligus insinyur.
  • Dr.(H.C.) Ana Mariana: Beliau memiliki gelar sebagai doktor kehormatan  atau doktor honoris causa.

Penulisan gelar doktor akan diletakkan di depan nama yang bersangkutan. Titik tetap diletakkan satu kali dibelakang singkatan gelar doktor. Bagi sarjana strata 3 yang berhasil menyelesaikan programnya, berhak menerima gelar Dr. Tanpa ada embel-embel bidang studi yang ditempuh. Penulisan gelar ini berbeda dengan gelar magister dan sarjana strata 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *