Hujan Frontal : 7+ Pengertian, Manfaat dan Efek Negatif

Fenomena alam kerap menemani keseharian manusia di muka bumi. Ada beragam fenomena alam yang bisa disaksikan, seperti hujan, badai, gunung meletus, atau tsunami.

Fenomena ini rupanya tak hanya terjadi di bumi, namun beberapa planet lainnya. Sebagai bagian dari tata surya, wajar kalau fenomena yang dialami mirip dengan gejala alam di planet lain.

Berbicara soal fenomena alam, hujan jadi satu dari banyaknya fenomena alam yang terjadi sehari-hari. Berada di daerah tropis, curah hujan di Indonesia tentu terbilang tinggi.

Bahkan masyarakat Indonesia mengenal periode penghujan yang terjadi setiap tahunnya. Tak jarang tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan fenomena alam lain, seperti banjir.

Pengertian Hujan Secara Ilmiah

pengertian hujan secara ilmiah
Pengertian hujan secara ilmiah

Secara umum, hujan diartikan sebagai tetesan air yang turun dari langit ke bumi. Penjelasan ilmiahnya tentu jauh lebih kompleks, yakni butiran air yang terbentuk melalui proses evaporasi serta kondensasi dan dibawa oleh udara. Penguapan air berasal dari berbagai sumber air di muka bumi, yakni laut, rawa, maupun sungai.

Saat air menguap, titik-titik air akan membentuk awan di udara. Setelah awan mengalami kejenuhan, barulah awan menumpahkan titik air yang ditahannya ke bumi.

Proses ini dikenal dengan istilah kondensasi yang merupakan kebalikan dari evaporasi (penguapan). Dari sinilah kita mengalami fenomena alam berupa hujan di beberapa daerah.

Pada dasarnya, hujan sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu hujan frontal, konveksi atau zenithal, dan orografis. Ketiganya punya karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Pada artikel ini, kita akan membahas hujan frontal yang lebih sering dialami di daerah lintang atau sub tropis, khususnya Indonesia. Bagaimanakah definisi hujan frontal menurut kajian ilmiah?

Apa yang Dimaksud Hujan Frontal?

pengertian hujan frontal
pengertian hujan frontal

Lantas, apa yang dimaksud dengan hujan frontal? Hujan frontal adalah titik air yang terbentuk karena adanya perbedaan massa udara. Udara dengan massa panas harus bertemu dengan massa dingin di wilayah lintang atau subtropis.

Akibat peristiwa tersebut, kondensasi terjadi secara cepat dan menghasilkan suhu udara yang terlalu rendah.

Pendinginan instan tersebut akhirnya menyebabkan hujan pada daerah depan (front area). Oleh sebab itu, hujan tersebut dinamakan hujan frontal. Tak cuma itu, batasan antara massa dingin dan panas juga dikenal dengan istilah front.

Umumnya, hujan frontal hanya terjadi di kawasan lintang maupun subtropis. Ini dikarenakan adanya pergerakan udara dari wilayah bertekanan tinggi ke rendah.

Proses terjadinya hujan frontal ditandai dengan pergerakan udara. Di area ini, temperatur akan terasa berbeda. Ketika udara dengan massa berbeda bertemu, maka akan terjadi pendinginan. Udara dingin cenderung menekan dan mengangkat udara lembab.

Peristiwa ini mempercepat proses kondensasi, sehingga terbentuk awan. Seperti yang kita tahu, kondensasi mengawali proses turunnya hujan di muka bumi.

Karakteristik Hujan Frontal

Untuk karakteristik sendiri, hujan frontal sebenarnya memiliki beberapa ciri utama. Setidaknya, Anda akan menemukan poin dibawah ini sebagai karakteristiknya, yaitu:

1. Mengakibatkan Hujan Es

hujan es

Tak semua hujan frontal berujung pada pembekuan atau kristal es. Fenomena hujan es kemungkinan terjadi di area tropis, jika hujan frontal mencapai suhu dibawah 0 derajat celcius. Prosesnya pun sangat cepat, sebab melibatkan evaporasi dari berbagai sumber air.

Ketika air menguap ke udara, titik-titik air terbentuk dengan suhu sangat rendah. Mengingat suhu terlalu dingin, hujan yang turun pun seolah-olah membeku dan membentuk butiran es.

2. Berada di Area Front

area front

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hujan frontal terjadi di area front. Area ini merupakan daerah pertemuan antara udara dengan massa berbeda. Umumnya, suhu di area front akan terasa berbeda.

Perbedaan suhu tersebut terbilang ekstrim, sebab terasa dingin sekaligus lembab. Perbedaan temperatur ini pulalah yang mengakibatkan kondensasi terjadi secara cepat.

3. Perbedaan Massa Udara

masa udara

Tak jauh berbeda dari poin nomor 2, udara memiliki massa yang berbeda antara satu dengan lainnya. Saat udara dengan massa berbeda bertemu, proses kondensasi akan terjadi di suatu wilayah.

Pada hujan frontal, udara bermassa panas akan bergerak ke udara dengan massa dingin.

Manfaat yang Dihasilkan Hujan Frontal

Setelah tahu proses serta karakteristik hujan frontal, kini Anda harus tahu manfaatnya. Dibalik hujan es tersebut, sebenarnya ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan, yakni:

Memperbaiki Kualitas Udara

kualitas udara

Dengan turunnya hujan frontal, kualitas udara akan kian membaik. Polusi yang mencemari area front akan terserap oleh titik air dari hujan frontal. Selain itu, udara pun akan terasa lebih segar daripada sebelumnya.

Suhu panas dan lembab yang terasa sebelum hujan akan langsung berganti. Saat hujan frontal turun, rasa sejuk dan dingin akan langsung terasa.

Panas dan lembab wajar terjadi sebelum hujan turun, sebab air di bumi menguap ke udara.

Persediaan Air Bersih

persediaan air bersih

Hujan frontal kerap dijadikan cadangan air bersih oleh sebagian besar masyarakat. Selain ditampung secara langsung, air hujan mampu menyerap ke dalam tanah melalui akar pohon.

Air resapan inilah yang menjadi reservoir air tanah dan akhirnya dimanfaatkan.

Secara tidak langsung, pasokan air bersih akan aman di masa kemarau. Ketika ditampung langsung pun, persediaan air tanah tetap akan aman.

Setidaknya dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat bisa memanfaatkan air hujan yang ditampung.

Menyuburkan Tanaman

tanaman subur

Tumbuhan membutuhkan pasokan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Saat persediaan air tak tercukupi, pertumbuhannya pun akan terhambat.

Turunnya hujan frontal berarti memberi asupan memadai untuk setiap tanaman. Semua tanaman akan menyerap dan memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin.

Jangan heran kalau Anda lihat tanaman lebih subur usai hujan frontal turun di area front.

Efek Negatif dari Hujan Frontal

Di satu sisi, hujan frontal memang memberi pengaruh positif bagi makhluk hidup. Sayangnya, hujan frontal juga membawa pengaruh buruk di muka bumi, seperti:

Banjir Bandang

banjir bandang

Tak semua hujan frontal menyebabkan banjir atau genangan air. Kondisi ini hanya terjadi ketika intensitas hujan sangat tinggi. Bila hujan frontal turun terlalu deras dan lama, genangan air akan tercipta.

Alhasil, beberapa wilayah yang tak memiliki area serapan memadai akan mengalami banjir. Hal tersebut akan mengakibatkan beberapa kondisi lainnya, seperti mengganggu ekosistem flora dan fauna serta mencemari lingkungan.

Pengeringan Terganggu

pengeringan terganggu

Untuk beberapa unit usaha yang mengandalkan sinar matahari langsung, hujan frontal akan mengganggu aktivitas tersebut. Selama beberapa waktu, sinar matahari tak akan terlihat di langit.

Ini mengakibatkan proses pengeringan terganggu, termasuk menjemur pakaian maupun ikan kering. Anda tak bisa merasakan kehangatan sinar matahari secara langsung akibat curah hujan yang tinggi.

Menghambat Aktivitas

menghambat aktivitas

Sama halnya dengan proses pengeringan, aktivitas luar ruangan mesti dihentikan sementara waktu. Tak seorang pun bisa bertahan dibawah tetesan hujan frontal yang bertemperatur rendah.

Terlebih butiran es yang dihasilkan oleh kondensasi hujan frontal itu sendiri. Siapapun tentu memilih bertahan di dalam ruangan dan melakukan aktivitas lainnya.

Untuk itu, ada baiknya menghentikan aktivitas beberapa waktu ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *